Anies Sebut Angka Kasus Corona di Jakarta Capai 80 Ribu, “Wanita Emas”: Itu Asumsi

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kasus virus corona di Ibu Kota lebih besar dari yang diumumkan. Jumlahnya diperkirakan mencapai 40 hingga 80 ribu kasus Covid-19.

Angka tersebut diklaim didapatnya dari hitung-hitungan kasus kematian yang diduga akibat corona. Penilaian tersebut disampaikan Anies kepada media Australia, The Sydney Morning Herald.

Menanggapi hal tersebut, mantan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Hasnaeni menilai, apa yang disampaikan Anies hanya berdasarkan asumsi. Menurutnya, mantan Menteri Pendidikan tersebut tidak mengacu pada data yang valid.

“Kalau memang dia bilang begitu ke media Australia, ya seharusnya dia buka sendiri datanya. Kan bicara itu harus berdasarkan bukti dan data,” ujar perempuan yang dijuluki “Wanita Emas” ini, Selasa (12/5).

Anies mendasarkan perkiraan jumlah sebenarnya dari kasus corona pada data pemakaman di Jakarta. Menurutnya, terjadi lonjakan angka pemakaman dari bulan Februari ke Maret.

Kemudian diasumsikan seluruh kematian tersebut akibat covid-19. Berdasarkan angka tersebut, jika dihitung dengan case fatality rate (CFR/tingkat kematian) antara 5-10 persen, kasus covid-19 sebenarnya di Jakarta mencapai 40-80 ribu kasus.

Hasnaeni menilai, masih terdapat kelemahan-kelemahan dari data yang disampaikan Anies. Sebab ada kesimpulan yang menduga-duga bahwa seluruh kasus kematian di DKI merupakan akibat corona.

“Suruh Anies saja yang buka kalau meman benar datanya dia. Bicara kan harus ada bukti tertulis dan otentik, nggak bisa hanya menduga-duga atau asumsi. Diketawain orang nanti,” ujarnya.

Di samping itu, jika data itu benar sekalipun, hal itu menurutnya sama saja menunjukkan kegagalan Anies sendiri sebagai pemimpin di DKI, dalam mengendalikan wabah corona. “Ya pemimpinnya di Jakarta dia, kalau dia bilang corona di Jakarta parah, kan sama saja dia bilang ke media asing dia gagal menekan laju pertumbuhan covid-19,” ungkap Hasnaeni.

Hasnaeni menilai, Anies memiliki kewenangan yang luas di Jakarta. Ia juga mampu membuat kebijakan tersendiri dalam penanganan corona di DKI dan memiliki bekal anggaran yang tak sedikit. Artinya, kata Hasnaeni seharusnya tidak ada alasan Anies mengeluhkan kondisi penanganan corona, mengingat berbagai sumber daya yang dimiliki.

“Dia bukan rakyat yang bisa mengeluhkan keadaan wabah corona. Dia itu pemimpin, bagian dari solusi. Kalau yang mengeluh itu warga, atau pengamat, ya wajar, ini gubernur lho yang seharusnya bisa berbuat lebih banyak,” pungkasnya.