Didesak Telusuri Covid-19 China Hentikan Impor Sapi Australia

China menjadi pangsa pasar terbesar sapi Australia.Foto Fortuna.jpg
China menjadi pangsa pasar terbesar sapi Australia.Foto Fortuna.jpg

Jakarta,Sayangi.com- Beijing telah menangguhkan impor dari empat pemasok utama daging sapi Australia. China telah mengancam memboikot sapi Negeri Kanguru sebagai respons atas desakan penyelidikan asal usul virus corona. Duta besar China untuk Australia Cheng Jingye beberapa pekan lalu memperingatkan agar negara lain tak mendesak penyelidikan muasal wabah corona.

Sementara Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham menyatakan pengiriman daging dari rumah potong telah ditangguhkan. Hal ini terkait  adanya pelanggaran minor soal kesehatan dan syarat pelabelan sertifikat.

Kami khawatir penangguhan tersebut didasarkan pada masalah yang sangat teknis, yang pernah terjadi lebih dari setahun lalu,Kami akan bekerja dengan industri dan otoritas di Australia dan China untuk mencari solusi yang memungkinkan bisinis ini berlanjut secara normal secepat mungkin,”ujar Birmingham  dikutip dari AFP.

Menteri Perdagangan Birmingham membantah pemerintah Australia menanggapi masalah perdagangan dengan pengusutan virus. Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengaturan ekspor daging sapi Australia atau untuk gandum Australia dan lainnya. Kami tidak melihat ada hubungannya. Dan  kami juga berharap tidak ada negara mitra lain yang akan melihat hubungan faktor-faktor itu,” kata Birmingham.

China merupakan pangsa besar daging sapi Australia. Tercatat sekitar 35 persen ekspor sapi diperuntukkan bagi Negara China  dengan nilai sekitar US$1,1 miliar. Kabar terakhir China juga ditengarai sedang mempertimbangkan menaikkan pajak bea masuk gandum Australia sebesar lebih dari 70 persen. Dan akhir April lalu, Duta Besar China untuk Australia Jingye juga menyinggung impor anggur  Australia.

Ketegangan kedua negara meningkat sejak Australia menyerukan penyelidikan independen terhadap epidemi virus corona yang bermula dari China. Virus yang kemudian dikenal dengan Covid -19 telah  menyebar menjadi pandemi ke seluruh dunia. Dan covid -19 telah menewaskan lebih dari 280.000 orang, serta meluluhlantakkan tatanan ekonomi global.