Siarkan Konten Porno, Zoom Dituntut Gereja Amerika Serikat

Ilustrasi penggunaan Daring Zoom untuk konferensi. Foto Getty Image
Ilustrasi penggunaan Daring Zoom untuk konferensi. Foto Getty Image

Washington, Sayangi.com- Satu diantara gereja tertua di San Francisco, Amerika Serikat menuntut Zoom. Medsos platform penyedia rapat daring karena mendapat bom Zoom berupa konten porno.

Dalam tuntutannya, pihak Gereja Saint Paulus Lutheran menyebut bahwa konten tersebut sangat menjijikkan. Konten tersebut karena menggambarkan adegan seks dewasa dan seks terhadap balita dan anak-anak.

Setelah menghentikan kelas daring yang melibatkan orang lansia, pihak gereja pun menghubungi Zoom Video Communications Inc. untuk meminta bantuan. Namun, Zoom tak melakukan apapun,” katanya.

Saat di konfrmasi awak media Zoom pun tak memberikan tanggapan cepat atas tuntutan tersebut. Seperti diketahui, pamor layanan Zoom mendadak naik secara global sejak karantina wilayah guna mengatasi pandemi virus corona.

Perusahaan Zoom telah dituntut akibat dugaan menyembunyikan kecacatan pada aplikasinya. Padahal akibat hal tersebut, kasus peretasan dan disrupsi rapat virtual dengan masuknya konten tak senonoh dan porno.

Tak berselang lama Zoom telah mengumumkan prosedur untuk meningkatkan kekamanan dan privasi. Selain itu, perusahaan berkeinginan menolong pengguna mencegah masuknya tamu-tamu tak diundang mengikuti rapat mereka melalui keterangan dalam blog resminya.

Pihak Gereja Saint Paulus menyebut pada 6 Mei pelajaran injil diretas pihak tak dikenal. Pada tanggal ini bahkan telah dilaporkan kepada otoritas beberapa kali dan berdampak pada tak berfungsinya tombol kontrol di komputer selama serangan berlangsung. Gereja saat ini mencari kerusakan akibat pelanggaran privasi.