Hadapi Covid-19 Singapura Tolak Lakukan Herd Immunity

Ilustrasi Vaksin Virus Corona (Covid-19). Foto Getty Image
Ilustrasi Vaksin Virus Corona (Covid-19). Foto Getty Image

Singapura,Sayangi.com- Otoritas Singapura menolak mengandalkan herd immunity atau kekebalan kelompok. Singapura menolak herd imunity sebagai strategi dalam menghadapi pandemi virus korona. Otoritas setempat menegaskan bahwa mereka akan tetap berupaya memerangi virus korona hingga vaksin ditemukan dan disebarluaskan.

Kami telah mengambil banyak langkah untuk mempersiapkan lonjakan. Dan kami telah memperluas kemampuan kami, dan tidak semudah itu kami kami mengambil strategi herd immunity,” ujar Direktur Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mark,

Bagaimanapun Herd immunity terbentuk jika mayoritas populasi dalam suatu komunitas memiliki kekebalan akibat penyakit atau vaksinasi sebelumnya. Dengan kekebalan ini, risiko penularan rendah sehingga orang lain yang rendah kekebalan tubuhnya akan terlindungi oleh populasi.

“Mencapai herd immunity melalui infeksi alami akan sangat sulit dan mengakibatkan sejumlah besar infeksi dan komplikasi. Kita harus menunggu keluarnya vaksin,” ujar Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Vernon Lee.

Saat ini Singapura menghadapi gelombang kedua penyebaran virus korona yang berasal dari klaster pekerja migran. Singapura menerapkan strategi pengujian yang lebih agresif. Pemerintah berencana untuk meningkatkan kapasitas pengujian lima kali lipat, dari sekitar 8.000 menjadi sebanyak 40 ribu tes sehari pada akhir tahun ini.

Pemerintah memperluas pengujian sebagai upaya untuk membuka kembali aktivitas ekonomi. Beberapa pertokoan, seperti salon rambut, binatu, dan toko makanan hewan diizinkan beroperasi pada Selasa (12/5). Sementara sekolah akan dibuka kembali pada minggu depan.

sumber: Reuters