Hamil Tiga Bulan, Paman dan Kekasih NF Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual

Jakarta, Sayangi.com – Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, pihaknya telah menangkap tiga pelaku kekerasan seksual terhadap NF (15). NF sendiri merupakan pelaku pembunuhan terhadap AP (5), yang merupakan tetangganya sendiri.

Celakanya, ketiga pelaku merupakan orang terdekat dari NF sendiri. Kondisi NF diketahui tengah berbadan dua, dengan usia kandungan 14 minggu.

“Tiga pelaku sudah kita amankan. Dua di antaranya merupakan paman dan kekasih NF,” ujar Tahan saat dikonfirmasi wartawan.

Dari hasil penyelidikan, kata Tahan, pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap NF lebih dari sekali. Bahkan salah seorang pelaku, yang merupakan paman NF pernah mengancam, untuk menyebar video pemerkosaan jika berani melapor.

“Itu baru terungkap dari keterangan NF, saat dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Pihak kepolisian sendiri telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Berkas ketiganya juga telah dinyatakan lengkap alias P21 dan siap untuk disidangkan.

“Berkas ketiga tersangka sudah P21,” jelas Tahan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, NF pernah mengalami kekerasan seksual. Sehingga bisa dikatakan, pelaku juga merupakan seorang korban.

“NF berada dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual,” ujar Harry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5).

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis dan fisik, lanjut Harry, saat ini NF dalam kondisi berbadan dua. Usia kehamilan remaja 15 tahun tersebut memasuki 14 minggu.

“Dia (NF) telah menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya. Sehingga kini dia. hamil 14 minggu” jelasnya.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami kejiwaan NF, bocah 15 tahun yang membunuh tetangganya yang berusia 5 tahun. Pasalnya NF sangat tenang saat menyerahkan diri usai membunuh korban.

“Saat kami tanya bagaimana perasaan setelah kejadian ini, dia katakan ‘saya puas’. Yang bersangkutan akan kami periksa secara psikologis secara mendalam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).