Serunya Diskusi Kapolda NTB M Iqbal dengan Kelompok Cipayung Plus

Silaturahmi melalui video conference antara Kapolda NTB Irjen Pol M Iqbal dengan para pimpinan pemuda dari Kelompok Cipayung Plus. Tampak di layar tokoh pemuda NTB Karman BM memimpin jalannya diskusi.

Mataram, Sayangi.com – Kapolda NTB, Irjen Pol M Iqbal menggelar diskusi yang dikemas dalam bentuk silaturahmi melalui video conference dengan sejumlah ketua organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (16/5) malam.

Diskusi yang dipimpin tokoh Pemuda NTB yang juga mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM ini berlangsung produktif dan seru. Sejumlah menyangkut Kamtibmas dan kasus hukum yang menjadi sorotan publik dilaporkan dan dipertanyakan kepada Kapolda Iqbal.

Iqbal menyampaikan rasa kagumnya kepada tokoh-tokoh pemuda di NTB, sebab pikiran-pikiranya sangat cemerlang, progresif dan berani.

“Adik-adik (mahasiswa dan pemuda) di NTB ini pemikirannya cemerlang, berintelektual, berani-berani lagi. Berani karena benar,” ungkap Kapolda NTB dalam sambutannya, Sabtu (16/5) didampingi DirIntelkam, DirBinmas dan Kabid Humas.

Di acara bertajuk ‘Memperkuat Sinergi dalam Mengawal Kamtibmas NTB’ ini Iqbal menegaskan , bersama TNI pihaknya memfokuskan diri memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah pandemi Covid-19. Sebab ancaman keamanan, kegaduhan di tengah masyarakat kerap datang.

Tidak lupa juga Iqbal meminta kepada para ketua-ketua OKP untuk membantu Polri dalam bertugas, sebab katanya peran serta pemuda dan mahasiswa sangat membantu Polri dan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Soal keseriusan dalam mengungkap kasus korupsi dan narkoba yang marak terjadi di NTB seperti yang ditanyakan Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Masiswa Islam Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra) Rizal Mukhlis, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPD IMM NTB) Miftahul Khair dan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Al Mukmin melalui videoconference, ayah empat anak ini kembali menegaskan fungsi kontrol mahasiswa sangat diperlukan dalam mengungkap kasus-kasus itu.

Khusus kasus narkoba yang marak terjadi di NTB khususnya di Karang Bagu Kota Mataram katanya, mesti ada pendekatan-pendekatan humanis yang dilakukan tidak serta merta dilakukan penegakan hukum, seperti misalnya mencari pekerjaan layak untuk diberikan kepada mereka, tidak mudah memang namun dengan pendekatan yang baik akan diterima oleh para pengguna narkoba tersebut.

“Tidak serta merta kita melakukan penegakan hukum terhadap pengguna maupun pengedar narkoba, harus ada pendekatan persuasif dalam rangka mencarikan pekerjaan yang layak bagi mereka. Sebab sebagian besar warga binaan di Lapas itu adalah kasus narkoba,” katanya.

Ditanyakan soal kasus hilangnya mantan Direktur Utama RSUP NTB, dr Mawardi empat tahun lalu yang menjadi PR besar bagi Polri khususnya Kapolda NTB, sosok yang hoby berdiskusi ini akan melakukan penyelidikan lebih lanjut meski kasus ini baru didengar olehnya.

“Saya tanyakan ke Dirreskrimum dulu untuk detail kasusnya, karena kasus ini baru saya tahu,” katanya.

Mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi rumah tahan gempa (RTG) yang ada di NTB yang belum tuntas dilakukan seperti ditanyakan Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Nusa Tenggara Barat (PGK) NTB Hendrawan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI yakni Danrem 162 sejauh mana proses pembangunan RTG tersebut.

“Nanti saya koordinasi dengan Danrem 162,” terangnya.

Di acara yang penuh santai namun serius itu, tidak lupa Kapolda mengucapkan terima kasih kepada ketua-ketua OKP untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).