Gedung Putih Kritik WHO Lantaran Singkirkan Taiwan

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 9gambar kanan)bertemu Xi Jinping di Beijing, China 28 Januari 2020.Foto Reuters
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bergambar kanan)bertemu Xi Jinping di Beijing, China 28 Januari 2020.Foto Reuters

Jenewa,Sayangi.com- Amerika mengecam keras pengucilan Taiwan dari World Health Assembly – Majelis Kesehatan Dunia (WHA), badan pembuat keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Taiwan tidak akan lagi mendesak untuk dilibatkan dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia. Namun Jiran China berkomitmen akan terus menyumbangkan suplai medis ke luar negeri. Taiwan juga telah memprotes sikap China yang berwajah dua.

China telah menyingkirkan Taiwan dari forum-forum seperti itu, kata Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, Senin (18/5). Kemetrian Wu  menyesalkan sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengalah kepada tekanan pemerintah China dan terus mengabaikan hak kesehatan 23 juta penduduk Taiwan.

Wu mengatakan kepada wartawan, agenda sidang yang dipersingkat tahun ini, dan dimulai Senin (18/5), memerlukan perhatian. Pertemuan ini harus lebih tercurah pada usaha-usaha mengontrol wabah virus corona. Taiwan menyepakati gagasan sejumlah sekutunya bahwa isu partisipasi Taiwan sebaiknya dibahas belakangan tahun ini setelah wabah lebih terkendali.

Meskipun tidak dilibatkan WHO, Taiwan bekerjasama dengan AS dan banyak negara Eropa dalam usaha mengembangkan peralatan uji, vaksin dan obat COVID 19. Menurut Wu, Taiwan telah menyumbangkan 27,5 juta masker wajah, 131 kamera termal inframerah, 35.000 termometer, dan 250 sistim deteksi temperatur tubuh otomatis ke banyak negara

Sementara itu WHO memulai pertemuan tahunannya hari Senin (18/5), untuk pertama kalinya secara virtual karena pandemi COVID-19. Taiwan mengatakan tidak menerima undangan untuk berpartisipasi sebagai pengamat meskipun ada upaya keras dan “kuatnya tingkat dukungan internasional.”

Dalam pernyataan, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengkritik pengecualian Taiwan, dan mengatakan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memiliki “kekuatan hukum dan preseden” untuk melibatkan Taiwan.Akan tetapi hal itu tidak dilakukan, karena adanya tekanan dari China. Kecaman itu muncul di tengah Amerika menangguhkan dana untuk WHO dan menuntut reformasi badan PBB itu.

sumber: VOA