Covid -19 Gerus Dunia : Wuhan Larang Warga Santap Hewan Liar

Kelelawar banyak dijumpai dijual di pasar Wuhan. Foto Feoreign Policy
Kelelawar banyak dijumpai dijual di pasar Wuhan. Foto Feoreign Policy

Hubei,Sayangi.com- Otoritas kota Wuhan Provinsi Hubei, China, resmi melarang memakan hewan liar. Larangan dikeluarkan setelah virus corona baru penyebab Covid-19 menjadi malapetaka di seluruh dunia.

Larangan diberlakukan di tengah tekanan yang meningkat terhadap pemerintah untuk menindak perdagangan ilegal satwa liar. Kota Wuhan yang menjadi pusat pandemi virus corona pertama kali dikenal karena pasar basahnya. Pasar yang menjajakan aneka satwa liar untuk dikonsumsi manusia itu telah disalahkan oleh banyak orang sebagai sumber virus Corona.

Virus yang berasal dari kota Wuhan ini telah menewaskan lebih dari 329.000 orang di seluruh dunia. Virus yang berasal dari Wuhan ini juga telah menginfeksi lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

Dianggap sebagai pemicu, pasar  grosir makanan laut Huanan telah ditutup pada 1 Januari. Penutupan dilakukan setelah penyebaran virus corona baru secara lokal, dan sebagai sumber wabah global. Sebelumnya pasar itu menawarkan penjualan hewan hidup seperti rubah, buaya, anak anjing serigala, ular, tikus, burung merak, landak, koala, dan aneka daging buruan.

Mengutip laporan CBS, Kamis (21/5/2020), kini memakan hewan liar serta memburunya di dalam batas kota Wuhan telah resmi dilarang. Kota itu mulai Rabu kemarin menyatakan dirinya sebagai “suaka margasatwa”.Pengumuman pemerintah kota Wuhan pada Rabu,menyatakan kebijakan baru yang dimulai 13 Mei 2020 akan tetap berlaku selama lima tahun ke depan.

Pejabat kota setempat mengatakan pemerintah lokal akan mengambil bagian dalam skema nasional yang lebih luas untuk membeli hewan liar dari para peternak. Melalui kontrol baru otoritas Wuhan menyebutkan bahwa tidak ada hewan eksotis yang dapat dipelihara sebagai makanan manusia.

Terkait satwa liar pemerintah Wuhan melakukan ada pengecualian yang disetujui. Berburu satwa liar, hanya diperbolehkan untuk penelitian ilmiah, pengaturan populasi, pemantauan epidemi penyakit dan keadaan khusus lainnya.