Negara Maju Kecam Beijing Atas Penerapan UU China di Hongkong

Ilustrasi Rakyat Hongkong Menolak Pemberlakuan UU Keamanan China. Foto Asia Times Financial
Ilustrasi Rakyat Hongkong Menolak Pemberlakuan UU Keamanan China. Foto Asia Times Financial

Jakarta,Sayangi.com- Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Kanada, hari Kamis mengecam keputusan China. Kecaman tersebut terkait pemberlakuan undang-undang keamanan nasional China di Hong Kong. Ketiganya menyebut pemberlakuan UU keamanan China di Hongkong “secara dramatis mengikis” otonomi dan mengancam stabilitas dan kemakmuran Hong Kong.

Para diplomat tersebut terdiri dari Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dan Menteri Luar Negeri Kanada François-Philippe Champagne.

Keempat negara Barat tersebut mengatakan, “Keputusan China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang baru di Hong Kong bertentangan langsung dengan kewajiban internasionalnya berdasarkan prinsip-prinsip Deklarasi Bersama China-Inggris yang mengikat secara hukum, dan telah terdaftar di PBB.”

Mereka berpendapat, kendali China atas Hongkong “juga meningkatkan prospek penuntutan di Hong Kong atas kejahatan politik dan merusak komitmen yang ada untuk melindungi hak-hak rakyat Hong Kong.”

Dalam pernyataan bersama, para diplomat senior negara maju ini mengatakan “sangat prihatin” dengan tindakan Beijing. Para diplomat senior ini menyebut tindakan Beijing tersebut mengancam posisi Hong Kong di dunia sebagai “benteng kebebasan.”

Pemberlakuan pengawasan Beijing atas wilayah tersebut “akan membatasi kebebasan rakyat Hong Kong. Dan dengan memberlakukan hal itu, akan secara dramatis mengikis otonomi dan sistem yang membuat Hong Kong sangat makmur.”

Mereka berpendapat, kendali China atas Hongkong “juga meningkatkan prospek penuntutan di Hong Kong atas kejahatan politik dan merusak komitmen yang ada untuk melindungi hak-hak rakyat Hong Kong.”

Keempat negara mengatakan “membangun kembali kepercayaan di seluruh masyarakat Hong Kong dengan memungkinkan rakyat Hong Kong menikmati hak dan kebebasan yang dijanjikan bisa menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan situasi dari ketegangan dan keresahan yang terjadi di wilayah tersebut selama setahun terakhir.”

Secara terpisah, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus kepada VOA, menyatakan undang-undang keamanan nasional China pada dasarnya menyebut pengunjuk rasa damai di Hong Kong sebagai “teroris.”

“Itu bukanlah sesuatu yang akan kami biarkan. Ini merupakan tindakan dari partai Komunis China yang hendak memaksa dunia untuk mentolerir apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Hong Kong. Kami membela rakyat Hong Kong,”ujar Morgan Ortagus.

sumber: VOA news