Jaksa Agung AS Menghukum Para Polisi Pembunuh Floyd

Protes warga Amerika Serikat atas kematian George Floyd. Foto ABC News
Protes warga Amerika Serikat atas kematian George Floyd. Foto ABC News

California,Sayangi.com- Hukuman bagi para pelaku pembunuhan Floyd dinaikkan status hukumannya, mengacu pada keterangan jaksa agung. Dikutip dari Bloomberg, Kamis (4/6/2020), Jaksa Agung Minnesota, Keith Allison menyebutkan bahwa selain  Derek Chauvin yang dihukum. Allison menyebutkan tiga petugas polisi lain yang terlibat di tempat kejadian perkara juga akan dikenai hukuman.Ketiga petugas polisi lainnya adalah J.A. Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thoa

Sebelumnya  yang sebelumnya tak tersentuh hukum dijerat tuduhan pembunuhan tingkat kedua. Sementara itu, Derek Chauvin yang muncul dalam rekaman video menginjak leher Floyd dengan lututnya didakwa dengan aksi pembunuhan tingkat kedua, bukan tingkat pertama.

Mengacu laporan tertanggal 29 Mei, Chauvin didakwa dengan hukuman pembunuhan tingkat kedua. Ellison menyebut perubahan tersebut bukan karena gelombang protes yang terjadi.

“Saya tidak mengizinkan tekanan publik memengaruhi proses pemberian keputusan kami. Saya yakin bahwa perkembangan ini untuk keadilan Floyd, keluarganya, lingkungan kita dan negara kita,” ujar Keith Allison.

Dia menuturkan bahwa memenangkan kasus ini tak akan mudah karena terkait dengan pembunuhan yang dilakukan anggota kepolisian. Namun, sejarah menunjukkan bahwa hukuman jelas telah tersedia dan pihaknya akan bekerja dengan keras.

Pembunuhan tingkat pertama dan kedua yang diatur hukum Minnesota membutuhkan bukti bahwa terdakwa memiliki intensi untuk membunuh. Pada pembunuhan tingkat pertama dibutuhkan unsur perencanaan sedangkan pembunuhan tingkat dua berhubungan dengan dorongan seperti ledakan kemarahan yang muncul tiba-tiba

Sementara itu, pembunuhan tingkat ketiga tidak membutuhkan bukti bahwa terdakwa menginginkan korban meninggal, hanya dari tindakan yang berbahaya dan dilakukan tak sengaja. Pembunuhan tingkat dua bisa berakhir dengan hukuman penjara hingga 40 tahun, 15 tahun lebih panjang dibandingkan dengan pembunuhan tingkat ketiga.

Sumber : Bloomberg,