Mantan Menhan Kritik Sikap Trump Hadapi Demontrasi George Floyd

James Mattis atau lebih dikenal dengan Jim Mattis mundur dari Menhan Kabinet Trump tahun 2018.Foto BBC
James Mattis atau lebih dikenal dengan Jim Mattis mundur dari Menhan Kabinet Trump tahun 2018.Foto BBC

Washington,Sayangi.com- Gerah dengan situasi pasca kematian Geoerge Flyod Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengkritik Presiden Trump. Mattis menuduh Donald Trump mencoba memecah belah Amerika.

Ia mengecam ancaman penggunaan militer dalam menghadapi unjuk rasa. Warga yang marah turun ke jalan untuk menuntut keadilan bagi George Floyd laki-laki kulit hitam yang tewas ditangan polisi kulit putih di Minneapolis.

Mattis juga menyerang penggunaan kata ‘medan perang’ yang digunakan Menteri Pertahanan Mark Esper dan kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley saat menyebut lokasi unjuk rasa. “Kami harus menolak pikiran kota-kota kami adalah ‘medan pertempuran’,” kata Mattis.

Presiden Trump mengancam akan mengerahkan pasukan aktif bahkan di negara bagian yang menentang penggunaan militer. Ancaman ini memicu peringatan dari militer dan Kongres. Salah satu petinggi Partai Republik memperingatkan hal itu dapat membuat tentara menjadi ‘pion politik’.

Trump justru mencoba memecah belah kami, saat kami sedang menyaksikan konsekuensi upaya tiga tahun,ujar Mattis.Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba menyatukan masyarakat Amerika.Bahkan Trump tidak mencoba berpura-pura melakukannya,” tulis Mattis. Pernyataan Mattis tersebut dipublikasi The Atlantic, Kamis (4/6).

Mattis merupakan pensiunan jenderal Angkatan Laut yang mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan kabinet Trump tahun 2018 lalu.