Lebih dari 60 Ribu Kendaraan Telah Diputarbalik Saat Operasi Ketupat Jaya 2020

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Ditlantas Polda Metro Jaya memutar balik 68.045 kendaraan selama operasi Ketupat Jaya 2020. Puluhan ribu kendaraan tersebut tertangkap saat akan masuk atau keluar wilayah Jakarta.

Mereka harus putar balik lantaran pengendara tidak dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Hal ini sesuai dengan Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, perpanjangan operasi Ketupat Jaya 2020 yang ditingkatkan berlaku sejak tangal 27 Mei hingga 4 Juni 2020.

Pada pelaksanaan tanggal 24 April – 26 Mei, total sebanyak 41.439 kendaraan diputar balik di pos pemeriksaan. Dengan rincian 22.046 kendaraan di Cikarang, 5.418 kendaraan di Bitung/Cikupa dan 13.957 kendaraan di jalur Arteri.

Selanjutnya sejak tanggal 27 Mei hingga 4 Juni 2020 sebanyak 26.606 kendaraan dipaksa diputar balik agar tidak masuk dan keluar wilayah DKI Jakarta. Jumlah tersebut terdapat di 9 wilayah DKI Jakarta yaitu sebanyak 5.529 kendaraan dan luar Jakarta, seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi sebanyak 21.077 kendaraan.

“Kendaraan yang diputar-
balik di wilayah DKI Jakarta didominasi oleh sepeda motor, sedangkan di luar wilayah DKI Jakarta didominasi kendaraan pribadi. Mereka ini tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) ke Jakarta,” ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6).

Dikatakan, kendaraan tersebut terjaring petugas di 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang.

Sebanyak 9 titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama, dan 11 pos pemeriksaan SIKM yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang, merupakan penyekatan lapis kedua.