Apes, Kencan Sesama Jenis Batal, Motor dan Ponsel Justru Raib Dirampok

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan tiga pelaku kawanan perampok. Ketiganya berinisial TH alias Aphe (36) yang merupakan otak kawanan, kemudian ZA (37) alias Z, dan D.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Aphe merupakan seorang gay dan menawarkan layanan seks sesama jenis ke korban. Kemudian Aphe dan korban setuju untuk bertemu di sebuah hotel di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

“Pelaku TH alias AP menawarkan layanan seks sesama jenis kepada calon korbannya. TH ini diketahui seorang gay dari pengakuannya,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/6).

Namun, sambung Yusri, Aphe mengajak ZA untuk memantau situasi di sekitar lokasi hotel. Namun saat di hotel, korban merasa tidak cocok dengan Aphe dan membatalkan kencan tersebut.

“Korban yang datang menggunakan motor Honda Beat B 4263 SD, warna putih menemui pelaku, ternyata korban merasa tidak cocok dengan TH ini,” jelasnya.

Meski tidak jadi berkencan, TH mengajak korban untuk makan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dengan menggunakan motor korban, keduanya pergi, namun ZA dan FS membuntuti keduanya.

“Pelaku TH yang dibonceng korban lalu mengarahkan mereka ke Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat. Tepatnya di samping kantor Komnas HAM yang sepi,” katanya.

Kemudian, kata Yusri, ZA dan FS datang membawa senjata tajam jenis celurit. Mereka langsung mengalungkan senjata tajam tersebut ke leher korban.

“Korban sempat melawan dan mempertahankan diri dengan memegang celurit. Namun pelaku TH langsung menarik celurit dan mengakibatkan luka sobek di ibu jari korban,” terangnya.

Melihat korban tak berdaya, lanjut Yusri, pelaku mengambil sepeda motor dan ponselnya. Usai mengambil barang milik korban, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Setelah diselamatkan warga akhirnya korban melapor, kemudian TH dan ZA berhasil ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Keduanya sempat hendak kabur saat akan dibekuk. Sehingga harus dilumpuhkan polisi dengan timah panas.

“Dari keterangan pelaku, polisi kembali berhasil menangkap penadah HP korban yakni D, juga di Tebet,” ujar Yusri.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap dua orang pelaku lainnya. Yusri yakin keduanya akan segera tertangkap karena identitas dan keberadaannya sudah diketahui.

“Sda dua orang yang buron dalam kasus ini. Yakni FS alias Ojan yang ikut beraksi di lapangan, serta A, penadah motor korban,” jelasnya.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan, dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.