Kremlin Luncurkan Avifavir Obat Covid-19

Ilustrasi Avifavir obat Covid-19. Foto Sputnik
Ilustrasi Avifavir obat Covid-19. Foto Sputnik

Moskow,Sayangi.com- Negara Rusia pada hari Kamis (11/6/2020) meluncurkan obat untuk mengobati pasien Covid-19.Obat tersebut telah mendapat persetujuan otoritas berwenang.

Kementerian Kesehatan Rusia memberikan persetujuan untuk penggunaan obat di bawah proses percepatan khusus sementara uji klinis. Kebijakan ini mempercepat uji klinis dan dengan lebih sedikit orang daripada di negara lain yang masih berlangsung.

Lembaga Kekayaan Negara Rusia (RDIF) mengatakan obat yang diberinama Avifavir itu telah dikirim ke beberapa rumah sakit dan klinik di seluruh negeri. RDIF memiliki 50% saham dalam usaha patungan dengan produsen obat ChemRar yang menjalankan uji coba tersebut.

Saat ini tidak ada vaksin untuk Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Ironisnya uji coba manusia terhadap beberapa obat antivirus yang ada belum menunjukkan hal yang positif. Pekan lalu, Ketua RDIF Kirill Dmitriev mengatakan kepada Reuters bahwa rencananya ChemRar akan memproduksi obat untuk mengobati sekitar 60.000 orang per bulan.

Negosiasi sedang berlangsung untuk memasok obat ke hampir semua wilayah Rusia. Dmitriev menambahkan tujuh dari lebih dari 80 wilayahnya menerima pengiriman awal Kamis.

Negara Rusia memiliki catatan warganya yang terpapar Covid -19 sebanyak 502.436 orang. Rusia memiliki jumlah kasus infeksi ketiga tertinggi di dunia setelah Brasil dan Amerika Serikat (AS). Akan tetapi negara ini memiliki angka kematian resmi yang relatif rendah yaitu 6.532. JUmlah angka tersebut telah menjadi fokus perdebatan.

Departemen Kesehatan Moskow pada hari Rabu meningkatkan jumlah angka kematian untuk bulan Mei. Langkah ini mengutip perubahan dalam cara menentukan penyebab kematian bagi pasien yang menderita masalah kesehatan lainnya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah membantah ada yang salah dengan data kematian resmi akibat virus Corona Rusia setelah ada kesangsian dari WHO. Pada awal minggu ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tingkat kematian Rusia yang rendah ditengah tingginya yang terserang Covid-19 “sulit untuk dipahami”.

sumber: Reuters