Polisi Tangkap Pelaku Pedofil di Kebayoran Baru, Ternyata Buronan FBI Kasus Bitcoin

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pelaku pedofilia bernama Russ Albert Medlin di Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, Senin (15/6). Setelah diselidiki, pria warga negara Amerika Serikat juga merupakan buronan Federal Bureau of Investigation (FBI).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, awalnya pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya praktik persetubuhan anak. Setelah diselidiki, polisi menemukan tiga gadis di bawah umur yang mengaku telah melayani seorang pria asing.

“Kita melakukan penggerebekan di rumah itu, dan menangkap yang bersangkutan atas dugaan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur sesuai UU Perlindungan Anak,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/6).

Yusri menjelaskan, Medlin telah menempati rumah tersebut selama tiga bulan belakangan. Untuk memuaskan hasrat seksual terhadap gadis di bawah umur, Medlin mengaku mengenal seorang muncikari.

Saat ini sang muncikari yang telah diketahui identitasnya tersebut masih diburu. Medlin sendiri diketahui telah sering ke Indonesia sejak tahun 2012.

“Jika masa tinggal visa habis, ia kembali ke Amerika karena ia menggunakan visa turis. Yang bersangkutan selalu datang dengan menggunakan paspor yang berbeda-beda,” katanya.

Lebih jauh Yusri menjelaskan, saat Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan pihak interpol diketahui Medlin merupakan residivis kasus serupa di Amerika Serikat. Dari pihak interpol pula diketahui bahwa Medlin merupakan buronan kasus penipuan Bitcoin.

“Kami dapati bahwa dari red notice Interpol, yang bersangkutan diduga adalah pedofilia, dan juga buronan FBI kasus penipuan saham investasi bitcoin. Korbannya di Amerika Serikat ada ratusan dan kerugian para korban totalnya mencapai sekitar Rp 10,8 triliun,” paparnya.

Medlin masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) FBI setelah diduga melakukan penipuan investasi saham bitcoin, pada April 2014 hingga akhir 2019 di New Jersey. Namun sejak akhir 2019, Medlin tidak diketahui rimbanya hingga berhasil ditangkap Senin (15/6) kemarin.