Pemerintahan Malaysia Terbaru Mulai Bungkam Kritikus

Ilutrasi Bendera Malaysia Foto Getty Image
Ilutrasi Bendera Malaysia Foto Getty Image

Kuala Lumpur, Sayangi.com- Gelombang dakwaan pidana dan penyelidikan polisi telah menarget para pengkritik pemerintah baru Malaysia. Aktifis berbagai organisasi HAM khawatir negara itu mengalami kemunduran dalam melindungi kebebasan berbicara.

Mereka menyatakan sedikitnya delapan orang telah didakwa atau dipanggil untuk diinterogasi, Hal ini berpangkal aktifitas mereka mengunggah kritik di media sosial mengenai pemerintah, polisi atau anggota keluarga kerajaan.

Sejak 6 Mei lalu, pemerintahan terbaru mulai tindak tegas para anggota parlemen yang beroposisi, wartawan, dan ketua organisasi pemantau pemerintahan yang bersih.Kami mulai melihat kembali cara-cara pemerintah lama di mana bukan hanya orang-orang dipanggil untuk diinterogasi .

Banyak orang kini didakwa dan diajukan ke pengadilan,” kata Thomas Fann, ketua organisasi prodemokrasi setempat. “Mereka ingin mengirim pesan sangat kuat bahwa mereka tidak akan toleran terhadap perbedaan pendapat apapun terhadap mereka,” ujarnya

Pemerintah Barisan Nasional yang lama berkuasa di Malaysia dan dicemari korupsi digulingkan pada pemilu 2018. Kondisi ini mengantarkan berkuasanya koalisi reformis yang dipimpin mantan PM Mahathir Mohamad. Akan tetapi koalisi ini runtuh pada bulan Februari.

Hal ini ditandai dengan adanya sejumlah legislator yang memisahkan diri kemudian bergabung dengan partai utama pemerintah terdahulu. Konflik tersebut memicu pergolakan kepemimpinan yang membuat raja Malaysia menunjuk salah seorang pembelotnya Muhyiddin Yassin, sebagai perdana menteri baru.

Raja mengklaim Muhyiddin telah menggalang dukungan mayoritas anggota parlemen, tetapi ini belum teruji melalui pemungutan suara di parlemen. Sementara itu para pengecam mengeluhkan tentang politik dagang sapi yang diduga membuat kelompok lama tetap bersatu dan mereka menginginkan pemilu baru.

sumber: VOA