Mabes Sebut Informasi Soal Pembobolan Data Personel Polri Hoaks

Jakarta, Sayangi.com – Akun Twitter @secgron mencuitkan bahwa seseorang telah mengklaim berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Selain membobol, peretas juga mengklaim dapat mengganti data anggota Polri.

Akun tersebut juga berseloroh bahwa akses ke aplikasi untuk mengakses dan mengganti data tersebut dijual seharga 1.200 dollar Amerika atau setara Rp 17 juta. Kemudian untuk informasi bug pada aplikasi tersebut dijual seharga 2.000 dollar Amerika atau sekira Rp 28,5 juta.

“Halo @DivHumas_Polri saatnya berbenah. Seseorang mengklaim sudah berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Orang ini kemudian dengan mudahnya bisa mengakses, mencari dan mengganti data anggota Polri tersebut. Contohnya ini, baru mutasi ke Densus 88 eh datanya udah bocor :(,” tulis akun tersebut.

Menanggapi informasi tersebut, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyelidiki siapa pemilik akun Twitter tersebut. Namun ia memastikan informasiĀ  peretasan Sistem Informasi Personel Polri (SIPP) adalah hoaks.

“Sekarang Dittipidsiber Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pelaku serta motif dari penyebar hoaks database SIPP anggota Polri tersebut,” ujar Awi saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Selain mencuitkan, akun Twitter @secgron juga mengunggah sebuah tangkapan layar yang diklaim sebagai peretasan SIPP. Polri juga telah menyelidiki screenshot atau tangkapan layar yang beredar di media sosial terkaitĀ  tersebut.

Menurut Awi, tangkapan layar tersebut tidak sama dengan sistem yang dimiliki Polri.

“Kalau kita lihat, variabel screenshot yang beredar di media sosial tidak sama dengan SIPP yang digunakan oleh SSDM Polri saat ini,” katanya.