Mantan Menteri Kehakiman Jepang dan Istrinya Kesandung Pembelian Suara

Mantan Menteri Kehakiman Jepang Katsuyuki Kawai dan istrinya, Anri Kawai, ditangkap hari Kamis (18/6). Foto Sinbun
Mantan Menteri Kehakiman Jepang Katsuyuki Kawai dan istrinya, Anri Kawai, ditangkap hari Kamis (18/6). Foto Sinbun

Tokyo,Sayangi.com- Jaksa penuntut di Tokyo menyatakan mantan Menteri Kehakiman Jepang Katsuyuki Kawai dan istrinya, Anri Kawai, ditangkap hari Kamis (18/6). Keduanya dijerat tuduhan terlibat pembelian suara dalam pemilu tahun lalu.

Dalam suatu pernyataan, para jaksa Tokyo menyatakan pasangan itu membayar sekitar 15.900 dolar kepada lima orang tahun lalu. Sogokan tersebut untuk membuat Anri terpilih dalam pemilihan anggota majelis tinggi pada tahun 2019, di mana ia akhirnya meraih kursi.

Katsuyuki Kawai, sekutu politik dekat PM Shinzo Abe, menjabat sebagai menteri kehakiman hanya selama satu bulan tahun lalu. Ia mengundurkan diri bulan Oktober setelah tuduhan pembelian suara itu pertama kali muncul.

Sebelum menduduki petinggi Kehakiman Kawai menjabat sebagai penasihat kebijakan luar negeri Abe. Kawai dan istrinya telah membantah tuduhan itu kepada media Jepang.

Pada konferensi pers hari Kamis, Abe mengajukan permohonan maaf terkait penangkapan tersebut. PM Abe juga menyebut “sangat disayangkan bahwa para anggota parlemen yang sedang menjabat ini, mantan Menteri Kehakiman Katsuyuki Kawai dan istrinya Anri Kawai, yang pernah menjadi anggota partai kami, ditangkap hari ini. Saya benar-benar menyadari tanggung jawab saya karena saya pernah mengangkatnya sebagai Menteri Kehakiman.

Para pengamat melihat penangkapan ini sebagai pukulan bagi Abe. Saat ini dukungan para pemilih terhadap Abe berkurang. Saat terjadi Covid -19 Abe sebagai lamban dalam mengatasi pandemi Virus Corona. Selain itu isu isu dalam negeri juga ikut menggerus posisi Abe.

sumber: VOA news