Polres Sula Mendapat Teguran Akibat Panggil Pengunggah Guyonan Gus Dur

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Jakarta, Sayangi.com – Ismail, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara harus berurusan dengan pihak kepolisian. Hal tersebut lantaran Ismail menggunggah anekdot dari Presiden Republik Indonesia ke-empat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Di Facebook miliknya, Ismail menggunggah anekdot Gusdur yang berbunyi ‘Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng (mantan Kapolri tahun 1968-1971). IS juga sempat dibawa ke Polres Kepulauan Sula untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan Ismail mendapat reaksi dari warganet Indonesia, termasuk anak kandung Gus Dur, Alissa Wahid. Bahkan dalam cuitan di akun Twitter miliknya Alissa, ia menuliskan tagar #IndonesiaDaruratHumor.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan, ada penjemputan tersebut. Namun dipastikan tidak ada proses hukum apapun kepada IS.

“Tidak ada BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Tidak ada kasus,” ujar Argo saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).

Pihak Polres Sula, kata Argo, sudah mendapat teguran langsung dari Polda Maluku Utara. Pihak Polda meminta Ditreskrimsus Polres Sula untuk meneliti lagi segala informasi yang beredar.

Ismail sendiri dibawa ke Mapolres Sula untuk dimintai klarifikasi atas unggahannya tersebut. Pihak Polres mengira unggahan Ismail merupakan bentuk ketidaksenangannya terhadap polisi.

“Jadi penafsiran anggota reserse ini seolah-olah ada sesuatu antara dia (Ismail), dan institusi. Kemudian yang bersangkutan dipanggil dan diklarifikasi,” tukasnya.