Putin Bakal Maju Kembali Pilpres Rusia

Presiden Rusia Putin dengan aksi mogenya. Foto Getty Image
Presiden Rusia Putin dengan aksi mogenya. Foto Getty Image

Moskow,Sayangi.com- Vladimir Putin pertama kali berkuasa sebagai perdana menteri pada tahun 1999 di bawah Boris Yeltsin, sebelum menjadi presiden pada tahun 2000.

Putin menjabat sebagai presiden secara penuh dalam dua periode secara berturut-turut antara tahun 2000 hingga 2008. Setelah itu, dia menjabat sebagai perdana menteri selama empat tahun. Pada tahun 2012, Putin kembali sebagai presiden.

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, ia tidak akan menutup diri untuk mencalonkan diri pada pemilihan presiden (pilpres) berikutnya.  Putin menuturkan, dia akan kembali maju dalam pilpres jika amandemen konstitusi baru disetujui.

“Saya belum membuat keputusan sejauh ini. Saya tidak mengesampingkan bahwa saya akan membela [pemilihan] jika ini muncul dalam Konstitusi. Kita akan lihat,” kata Putin dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (22/6/2020).

Presiden Putin kemudian memperingatkan para pejabat agar tidak mencari penggantinya sekarang, dengan mengatakan bahwa mereka harus lebih fokus pada pekerjaan mereka. “Mereka perlu bekerja daripada mencari penerus saya,” ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan pengalamannya, jika amandemen konstitusi tidak disepakati, maka para politisi akan mulai sibuk mencari pengganti dirinya. Hal ini, jelasnya, akan membuat pekerjaan mereka terbengkalai.

Anda tahu, saya akan mengatakan dengan sangat jujur sekarang, jika ini tidak terjadi (disetujuinya amandemen konstitusi) dalam dua tahun.  Saya tahu ini dari pengalaman saya sendiri, daripada pekerjaan ritmis yang normal di berbagai tingkat kekuasaan mereka akan mulai mencari calon penerus,” ungkapnya

Rusia akan menggelar pemungutan suara nasional tentang amandemen Konstitusi pada 1 Juli mendatang. Pada bulan Januari, lalu Putin mengeluarkan “badai politik” dengan mengusulkan perombakan konstitusi Rusia.

Usulan itu merupakan perubahan pertama pada undang-undang dasar Rusia sejak 1993. Usulan amandemen itu termasuk mengurangi kekuasaan kepresidenan dan memperkuat orang-orang dari perdana menteri.