Atur Mutasi Hingga Proyek, Komisi III Minta Pengusaha Berlagak ‘Kapolri Swasta’ Ditertibkan

Sarifuddin Sudding

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding mengungkapkan ada pengusaha yang bertindak seperti ‘Kapolri Swasta’ yang mengatur mutasi, pendidikan, hingga proyek di tubuh polri. Dia meminta Polri menertibkan praktik tersebut dan mengevaluasi rekanan dalam program-program pengadaan.

Hal itu disampaikan Sudding dalam rapat kerja dengan Kemenkum HAM, Polri, dan Kejaksaan Agung di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (24/6).

Awalnya politis PAN ini mengingatkan bahwa sumber anggaran Polri ada yang berasal dari pinjaman luar negeri dan kredit ekspor. Pada tahun 2020, kredit ekspor Polri mencapai sekitar USD590 juta dengan 17 rincian kegiatan.

“Kalau kita lihat agak samar-samar sebenarnya. Jadi banyak kredit ekspor di institusi kepolisian ini kalau saya lihat banyak bidang elektronik,” kata Sudding.

Dia pun meminta Polri untuk mengevaluasi tersebut. Apalagi dia menerima laporan, bahwa pengusaha yang menjadi rekanan Polri dalam proyek-proyek itu merupakan orang yang itu-itu saja.

“Karena ada informasi kredit ekspor yang USD590 juta ini rekanan kepolisian hanya yang itu-itu saja. Saya tahu siapa pengusahanya di situ yang bermain,” ungkapnya.

Suding selanjutnya meminta agar pengusaha rekanan Polri tersebut ditertibkan lantaran mereka tidak hanya menjadi partner kerja sama bisnis. Lebih dari itu, lanjut dia, pengusaha rekanan itu mencoba mengatur institusi kepolisian.

“Saya kira rekanan-rekanan di kepolisian ini perlu ditertibkan. Jangan sampai mereka bertindak sebagai Kapolri swasta yang mengatur-atur institusi kepolisian. Karena saya melihat sendiri Pak Wakapolri, pengusaha yang ada di Pacific Place itu tempat kumpulnya para polisi ngatur-ngatur orang-orang yang mau Sespimti ngatur-ngatur yang mutasi dan sebagainya,” terang dia.

“Saya kira ini perlu ditertibkan. Sudah kerja proyek di institusi kepolisian, juga ngatur-ngatur institusi kepolisian. Bertindak kayak Kapolri swasta. Saya kira Pak Wakapolri tahu ini orangnya,” tegas Sudding.