Ajakan Boikot Facebook Merambah Benua Eropa

Marc Zuckerberg CEO Facebook. Foto CNBC
Marc Zuckerberg CEO Facebook. Foto CNBC

Washington,Sayangi.com- Kampanye global untuk memboikot beriklan di Facebook telah memperoleh dukungan pesat dari sejumlah perusahaan besar di Amerika Serikat (AS). Inisiator gerakan tersebut bahkan berniat memperluas kampanye tersebut ke benua Eropa.

Kampanye boikot tersebut berhasil mengajak perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat untuk berhenti beriklan di Facebook.Selang beberapa hari, beberapa perusahaan merespons ajakan tersebut, seperti REI, North Face, dan Coca-cola serta Unilever. Ada juga Upwork dan Dashlane, juga ikut ambil bagian.

Koalisi hak asasi manusia, yang di dalamnya termasuk Anti-Defamation League (ADL) dan NAACP, meluncurkan kampanye #StopHateforProfit pekan lalu. “Facebook berkali-kali gagal untuk menghentikan penyebaran ujaran kebencian,” kata juru bicara ADL dikutip CNN, Selasa (30/6/2020).

Kampanye bertajuk “Stop Hate for Profit” telah mulai menyerukan perusahaan-perusahaan besar di Eropa untuk bergabung dalam gerakan boikot.Beberapa perusahaan sepakat meninggalkan Facebook (FB) karena merasa media sosial itu gagal dalam upayanya mencegah penyebaran ujaran kebencian.

Hari Ahad minggu lalu, Starbucks salah satu dari enam besar pengiklan di FB menyatakan berhenti beriklan di semua platform media sosial. Namun Starbucks tidak secara spesifik menyatakan mendukung #StopHateForProfit.

“Kami menghormati keputusan para merek besar tersebut, dan kami akan tetap fokus untuk memberantas ujaran kebencian. Pembicaraan kami bersama pejuang HAM berujung kepada kerja sama untuk kepentingan bersama yang lebih baik,” kata Vice President Global Business Facebook, Carolyn Everson.