Industri Airbus Akan Pangkas 15.000 Pekerjaan Secara Multi Nasional

Airbus

Paris, Sayangi.com- Pabrikan pesawat, Airbus SE telah menetapkan rencana pemangkasan 15.000 pekerjaan di seluruh dunia. Kebijakan ini sebagai langkah untuk bertahan di tengah krisis akibat pandemi virus corona.

Indutri pesawat asal Prancis itu akan mengeliminasi lebih dari 10.000 posisi lintas Jerman dan Prancis yang menjadi basis utamanya. Pemangkasan itu bagian dari pemangkasan 11 persen yang bakal diterapkan secara global.

CEO Airbus, Guillaume Faury mengatakan hasil produksi perusahaan bisa turun 40 persen selama dua tahun dibandingkan ekspektasi awal karena penurunan drastis pada permintaan pesawat. Di sisi lain, perusahaan telah mendapatkan peringatan bahwa kondisi kas bakal babak belur..

“Krisis yang dihadapi sektor penerbangan akan menyentuh aspek durasi dan besarnya yang membutuhkan tindakan struktural dan menyeluruh,” ujarn Faury. Selanjutnya, Airbus bakal memangkas 1.700 pekerjaan di Inggris, 900 pekerjaan di Spanyol dan 1.300 secara tersebar di negara lainnya pada medio 2021.

Permintaan pensiun dini juga akan menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah pekerja. Rencana tersebut akan dibahas dengan serikat pekerja dan telah mengalami penolakan dari pemerintah Prancis. Kementerian Keuangan Prancis menyebut bahwa pemangkasan pekerjaan tersebut dianggap sebagai langkah yang berlebihan.

Terjebak di tengah penurunan pasar armada pesawat yang bisa bertahan selama lima tahun. Sebelum covid 19  Airbus berjuang menurunkan biaya sambil mengurangi tekanan dari sisi politik dan gejolak dari tenaga kerjanya di negara asalnya, Prancis. Airbustercatat  memiliki sekira 135.000 pekerja secara hlobal . Laporan menyebutkan hampir 81.000 pekerja di antaranya merupakan divisi komersial yang terhantam paling parah.

Langkah pemangkasan pekerjaan itu menandai penyesuaian pada bisnis yang telah berekspansi selama lebih dari sedekade. Namun, pandemi Covid -19 telah merubah segalanya.

sumber: Bloomberg