MPR Minta Pemerintah Bantu Lembaga Pendidikan Swasta di Masa Pandemi

Jakarta, Sayangi.com – Pandemi Covid-19 berdampak hampir ke seluruh sektor. Bukan hanya sektor kesehatan dan ekonomi saja, namun pandemi ini juga berdampak serius di sektor pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta pemerintah untuk mendeteksi betul dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan. Pasalnya, dunia pendidikan juga mengalami kesulitan untuk menjalankan operasionalnya.

“Saya yakin akan banyak lembaga pendidikan tutup atau bubar atau tidak mampu menjalankan operasionalnya kembali. Bisa jadi perguruan-perguruan tinggi swasta sehabis pandemi ini akan tidak mampu mengoperasionalkan, ini butuh turun tangan dari pemerintah baik kebijakan anggaran, kebijakan perencanaan,” ujar Jazizul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/7).

Bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan swasta, menurut Jazilul, sangat dibutuhkan. Jika tidak, dikhawatirkan banyak lembaga pendidikan yang tidak mampu bertahan akibat dampak pandemi.

“Tugas dari kita semua, tentu tidak boleh lembaga-lembaga pemerintah kemudian tutup, seperti prediksi ada bank yang mau tutup, badan-badan ekonomi atau lembaga keuangan yang mau tutup. Dunia pendidikan juga tidak boleh (tutup), penyelamatan itu yang harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Politisi yang karib disapa Gus Jazil ini menjelaskan, sistem belajar mengajar di sekolah yang kini dilakukan melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) secara online belum ada parameter keberhasilan. Sejauh ini, pemerintah dinilai belum memiliki perencanaan yang cukup baik dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 di sektor pendidikan.

“Karena pandemi ini datang tiba-tiba dan tidak terencana. Padahal ini masuk masa kelulusan siswa SD hingga SMA, beberangan juga dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ini juga memiliki tingkat kerumitan bagi wali siswa atau wali mahasiswa,” katanya.

Seharusnya, kata Jazilul, pendidikan di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo harusnya menjadi prioritas. Oleh karenanya, ia mengajak para mahasiswa agar memanfaatkan momentum pandemi ini dengan mulai mengamalkan ilmunya di daerah masing-masing.

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk membina dan mendidik anak-anak kita atau adik-adik kita pada tingkat SD hingga SMA karena sekolah juga belum terlalu efektif. Aktifkan rumah, tempat ibadah atau kelurahan untuk mendidik, membina terutama anak-anak SD dan SMP karena saya tahu anak-anak ini sedang kesulitan mengikuti pelajaran,” paparnya.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum DPP PKB menuturkan, panjangnya libur sekolah akibat pandemi dan juga sistem belajar PJJ, mayoritas anak saat ini hanya memiliki semangat bermain game online dan liburan. Di sinilah peran mahasiswa untuk mengingatkan para pelajar agar tetap menjalankan tugas utamanya, yakni belajar.

“Dalam pengertian mereka tidak terarahkan akal pikirannya, tidak terisi asupan pendidikan. Ini yang dilakukan teman-teman mahasiswa,” katanya.