Perintah John Kei Sebelum Penyerangan: Ambil Nus Kei, Hidup Atau Mati!

Jakarta, Sayangi.com – Polisi kembali melakukan rekonstruksi kasus penyerangan kelompok John Kei terhadap Nus Kei. Saat rekonstruksi yang dilakukan markasnya Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat terungkap bahwa John Kei memerintahkan Daniel Farfar untuk membawa Nus Kei.

Dari rekonstruksi yang digelar pada Senin (6/7), terungkap bahwa John Kei menyerahkan Rp 10 juta ke Daniel. Uang tersebut diserahkan untuk mengumpulkan anak buah dan menjemput Nus Kei.

“Besok berangkat tabrak dan hajar rumah Nus Kei. Ambil Nus Kei dalam keadaan hidup atau mati. Jika ada yang menghalangi, sikat saja,” ujar John Kei kepada Daniel dalam rekonstruksi.

Usai mendapat perintah, Daniel lantas mengumumkan kepada anggotanya untuk berkumpul di The Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 21 Juni 2020.

“Tersangka Daniel Farfar mengumumkan kepada semua orang yang ikut rapat agar besok hari Minggu tanggal 21 Juni 2020 berkumpul di Arcici Sport Center Jakarta Pusat pada pukul 08.00 pagi,” ujar salah satu penyidik.

Seperti diketahui, sejauh ini polisi telah menangkap 39 orang termasuk John Kei terkait kasus penyerangan terhadap kelompok Nus Kei yang terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan Cluster Australia, Green Lake, Tangerang.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, John Kei menginstruksikan anak buahnya untuk menghabisi nyawa Nus Kei dan ER. Instruksi untuk menghabisi keduanya terungkap saat polisi memeriksa ponsel para pelaku.

Kelompok John Kei merasa kecewa lantaran pembagian hasil penjualan tanah yang dianggap tidak merata. Anak buah John Kei juga melayangkan ancaman terhadap Nus Kei melalui pesan ponsel.

“Jadi kita membuka HP pelaku ini, di mana ada perintah dari John Kei ke anggotanya. Indikator dari pemufakatan jahat adanya perencanaan pembunuhan terhadap Nus Kei dan ER,” ujar Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6).

Sementara itu, sambung Nana, ER dihabisi oleh kelompok John Kei di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6). ER tewas dengan beberapa luka bacok di tubuhnya.

“Satu orang meninggal dunia atas nama ER. Yang bersangkutan meninggal karena luka bacok di beberapa tempat,” jelasnya.