Pembunuhan Editor Metro TV, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak dan Periksa CCTV

Yodi Prabowo

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kembali menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan editor Metro TV, Yodi Prabowo. Yodi ditemukan meninggal dunia di pinggir tol JORR Pesanggrahan, Jumat (10/7).

Menurut Yusri, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui ada dua luka tusukan di tubuh Yodi, yakni di leher dan dada. Hal tersebut yang diyakini menjadi penyebab pria 26 tahun itu tewas.

“Hasil autopsi terhadap mayat Yodi Prabowo akibat luka tusuk di leher menyebabkan ia tewas,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7).

Selain itu, sambung Yusri, pihaknya juga tengah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga menurunkan anjing pelacak untuk mengendus jejak yang ditinggalkan pelaku.

“Polisi juga menggunakan K9 untuk mengedus asal pisau yang ditemukan di sekitar penemuan mayat Yodi, yang merupakan wartawan Metro TV,” jelasnya.

Sebelumnya, sesosok jasad pria ditemukan di pinggir Tol JORR Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7). Belakangan diketahui identitas jasad tersebut adalah Yodi Prabowo (25), yang merupakan editor di Metro TV.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto mengatakan, ada luka tusukan senjata tajam pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan sementara, korban diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

“Pemeriksaan sementara ditemukan luka tusukan pada tubuh korban, ada dugaan korban pembunuhan, tapi masih kami dalami lagi. Korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” ujar Irwan saat dikonfirmasi.