Musyawarah Pendirian Partai Emas Ditandai Penyerahan Keris Pusaka Sepanjang 1,5 Meter

Jakarta, Sayangi.com – Musyawarah pendirian Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) digelar di Kemang Timur, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7) lalu. Sebanyak 50 orang tercatat sebagai pendiri partai Emas, yang diwakili tim perumus, yang antara lain Hasnaeni, Fachruddin, AR Adji Hoesodo, Ihsan Prima Negara, Ruly Yudhistira, Erawaty, Buchari Muslim, Devi Fatwanti dan Tengku Marina.

“Kegiatan ini permohonan sekaligus penyerahan amanat dari sejumlah 50 pendiri Partai Emas yang diwakili tim perumus kepada ketum dan sekjen, berupa senjata keris pusaka sepanjang 1,5 meter. Keris ini sebagai simbol senjata untuk berjuang menyejahterakan masyarakat Indonesia,” kata Ketua Umum Partai Emas, Hasnaeni dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7).

Perempuan yang karib disapa ‘Wanita Emas’ ini menjelaskan, keris tersebut telah berusia ratusan tahun. Menurutnya, ada sejumlah kecocokan antara keris tersebut dengan dirinya.

“Keris pusaka tersebut sudah ber
umur ratusan tahun, 17 nogo sosro. Luk keris 17 sesuai tanggal lahir saya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, turut ditetapkan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Emas. Juga pembentukan tim sukses, serta pembentukan koordinator daerah atau Korda dan pemberian mandat.

Melalui Partai Emas, Hasnaeni berjanji akan menyejahterakan rakyat Indonesia. Sebagai langkah awal, ia akan menyejahterakan para anggota partainya terlebih dahulu.

Ada tujuh keuntungan jika masyarakat bergabung ke partai dengan Sekretaris Jenderal AR Adji Hoesodo itu. Pertama jaminan masa depan, jaminan kesehatan, dan jaminan pendidikan, jaminan memiliki lapangan pekerjaan dan terjamin hari tuanya. Kemudian ada jaminan rumah tinggal, dan jaminan santunan kematian.

Guna mendukung cita-cita menyejahterakan anggota dan rakyat, Partai Emas mendirikan sayap partai yang dinamai ‘Koper Emas’. Koper Emas nantinya akan menjadi semacam koperasi bagi para kader dan masyarakat, dalam membantu berbagai urusan mereka.

“Jika tidak ada halangan, kita akan lauching partai ini pada tahun 2021 mendatang,” tukas perempuan yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta itu, Senin (29/6).